JOMBANG,TelusuR.ID — Sebanyak 589 personel keamanan lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti apel dan konsolidasi di Gedung 1 Madrasah Muallimin Muallimat (MMA), Tambakberas, Jombang, Sabtu (22/8/2026).
Ratusan personel itu bukan berasal dari satuan keamanan profesional. Mereka merupakan santri, guru, dan alumni yang disiapkan untuk mengawal sejumlah titik selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026.
Apel tersebut menjadi bagian dari tahap akhir persiapan sebelum personel diterjunkan ke lapangan. Selain mendapat pengarahan, mereka juga menerima pembagian tugas dan penempatan di sejumlah pos pengamanan.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrazaq Sholeh, turut hadir memberikan dukungan. Ia menegaskan, pengamanan bukan semata tugas teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan seluruh rangkaian muktamar berjalan aman dan lancar.
“Panitia memberikan support penuh kepada seluruh tim keamanan lokal. Tugas ini merupakan amanah bersama. Jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” kata Abdurrazaq.
Pesan serupa disampaikan Ketua PAM Keamanan Muktamar ke-35 NU, KH Amin Yahya. Ia mengingatkan personel agar tidak hanya mengedepankan kedisiplinan, tetapi juga menjaga cara berinteraksi dengan peserta, tamu, dan masyarakat.
Menurutnya, keamanan di lingkungan pesantren membutuhkan pendekatan yang berbeda. Personel harus mampu bersikap tegas ketika aturan harus ditegakkan, namun tetap mengedepankan kesopanan dan akhlak.
“Keamanan harus tegas dan disiplin. Tetapi ketegasan tidak berarti boleh meninggalkan sopan santun. Dalam keadaan apa pun, tetap jaga sikap dan akhlak,” tegas Amin.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat personel keamanan lokal akan berhadapan langsung dengan ribuan peserta dan tamu yang datang ke Tambakberas. Mereka tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari wajah penyambutan masyarakat pesantren terhadap para muktamirin.
Setelah apel dan pengarahan, seluruh personel diarahkan menuju pos masing-masing berdasarkan pembagian tugas yang telah ditetapkan. Setiap titik pengamanan dipastikan memiliki personel sekaligus penanggung jawab yang jelas.
Keterlibatan santri, guru, dan alumni menjadi warna tersendiri dalam persiapan pengamanan Muktamar ke-35 NU. Mereka ikut mengambil peran menjaga rumah sendiri, memastikan hajatan besar NU di Tambakberas berlangsung tertib hingga seluruh rangkaian berakhir.
Dengan 589 personel yang telah dikonsolidasikan, sistem keamanan lokal kini memasuki tahap pelaksanaan. Ketegasan, kedisiplinan, dan keramahan diharapkan berjalan beriringan selama muktamar berlangsung.
Sebab bagi panitia, menjaga keamanan bukan sekadar memastikan tidak terjadi gangguan. Lebih dari itu, keamanan juga berarti menciptakan rasa nyaman bagi setiap tamu yang datang ke Jombang untuk mengikuti salah satu agenda terbesar NU tersebut.
