YALIMO,TelusuR.ID – Jalan setapak yang membelah perkampungan di Desa Ampera, Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, menjadi rute yang ditempuh personel Pos Benawa Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY), Jumat (31/7/2026). Bukan untuk operasi militer, melainkan membawa obat-obatan dan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga.
Langkah jemput bola itu dilakukan karena sebagian besar masyarakat sedang berada di kebun. Agar pelayanan kesehatan tetap dapat dirasakan seluruh warga, tim kesehatan Satgas memilih menyusuri permukiman, mengetuk pintu rumah warga, hingga menyapa masyarakat yang ditemui di sepanjang perjalanan.
Kegiatan tersebut dipimpin Komandan Pos Benawa, Letda Inf Irfan Yusuf Fachrurrozi, S.P., sebagai bagian dari komitmen TNI untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang akses pelayanannya masih terbatas.
“Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu, kami yang mendatangi mereka,” ujar Letda Inf Irfan Yusuf.
Pendekatan dari rumah ke rumah itu menjadi solusi agar masyarakat tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus meninggalkan aktivitas mereka di kebun ataupun menempuh perjalanan yang tidak mudah menuju fasilitas kesehatan.
Dalam kunjungan tersebut, tim medis Satgas memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada Bapak Yander yang mengeluhkan nyeri pada bagian punggung dan perut. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, personel kesehatan memberikan obat sesuai dengan keluhan yang dialami.
Pelayanan serupa juga diberikan kepada Bapak Peterus yang mengalami nyeri pada kaki sehingga kesulitan beraktivitas, terutama saat melintasi medan berbukit yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Distrik Benawa.
Bagi Satgas Yonif 645/GTY, kehadiran di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memberikan layanan kesehatan. Personel juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mempererat hubungan dengan warga sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Di sela kegiatan, Letda Inf Irfan Yusuf bersama anggota Satgas menyambangi seorang ibu pengrajin Noken berbahan kulit kayu. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang terus menjaga warisan budaya Papua sekaligus mempertahankan kerajinan tradisional sebagai bagian dari identitas daerah.
Suasana hangat pun terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Kehadiran prajurit TNI disambut dengan senyum dan sapaan ramah warga yang menyampaikan berbagai keluhan kesehatan maupun berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari.
Melalui pelayanan kesehatan rutin yang dilakukan secara langsung ke kampung-kampung, Satgas Yonif 645/GTY berharap kehadiran TNI tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang hadir membawa solusi atas kebutuhan dasar warga.
Di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang masih menjadi tantangan, langkah sederhana berupa pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Bagi warga Desa Ampera, kehadiran prajurit bukan sekadar membawa obat, melainkan juga menghadirkan rasa peduli, harapan, dan keyakinan bahwa negara hadir hingga ke pelosok Papua.
