Survei ARCI: Lia Istifhama Melesat di Bursa Pilgub Jatim 2029

Bagikan :

SURABAYA, TelusuR.id – Anggota DPD RI Lia Istifhama secara mengejutkan melesat ke papan atas bursa calon Gubernur Jawa Timur 2029 pilihan generasi muda.

Berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), sosok yang akrab disapa Ning Lia ini sukses mengukuhkan diri sebagai sosok yang melesat dan terkuat mengiringi Emil Elestianto Dardak.

Kehadiran Lia Istifhama menjadi kejutan terbesar dalam konstelasi politik Jawa Timur, mengingat elektabilitasnya berhasil mengungguli deretan kepala daerah aktif di Jawa Timur.

Riset ARCI tersebut diselenggarakan pada 25 Juni hingga 5 Juli 2026 terhadap 1.200 responden berusia 17–40 tahun yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling, survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error ±2,8 persen.

Hasilnya, Emil Dardak memang masih memimpin di posisi puncak dengan angka 32,1 persen, namun posisi kedua secara mantap ditempati Lia Istifhama dengan raihan 17,5 persen.

Capaian impresif Ning Lia ini mengalahkan popularitas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang berada di posisi ketiga dengan 10,3 persen.

Lia juga mengungguli deretan figur populer lainnya seperti Bupati Sumenep Ahmad Fauzi (7,7%), Bupati Jember Muhammad Fawait (5,8%), dan Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (5,2%).

Nama-nama lain seperti Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (4,1%), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky (3,9%), serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pratama (2,1%) berada jauh di bawahnya.

Adapun responden yang memilih nama lain tercatat sebesar 7,1 persen, sedangkan 4,2 persen sisanya menyatakan belum menentukan sikap.

Direktur ARCI Nanang Haromain mengungkapkan bahwa munculnya nama Lia Istifhama di posisi dua besar merupakan fenomena paling menarik dalam riset kali ini.

Menurut Nanang, status Lia yang bukan kepala daerah eksekutif justru tidak menghalanginya untuk membangun basis dukungan yang solid dan masif di kelompok anak muda.

“Lia Istifhama menjadi salah satu kejutan dalam survei ini. Sebagai figur yang bukan kepala daerah aktif, elektabilitasnya mampu menempati posisi kedua,” tegas Nanang.

Keberhasilan Lia ini dinilai tak lepas dari komunikasi publik yang aktif, kerja-kerja sosial-organisasi yang konsisten, serta kemampuan membangun kedekatan emosional dengan pemilih pemula.

Tingginya penerimaan publik terhadap sosok keponakan Khofifah Indar Parawansa ini mengindikasikan mulai berjalannya gelombang regenerasi kepemimpinan yang diinginkan generasi muda.

Prospek Lia Istifhama untuk terus menempel ketat atau bahkan melampaui Emil Dardak dinilai sangat terbuka lebar mengingat dinamika politik Pilgub Jatim yang masih sangat cair.

“Ini menunjukkan bahwa peta politik Jawa Timur mulai mengalami regenerasi, dan publik pemilih muda mulai memberikan ruang kepercayaan yang besar kepada figur-figur alternatif,” pungkas Nanang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version