Polres Jombang Imbau Warga Tahan Karnaval dan Sound Horeg Jelang Muktamar ke-35 NU

Bagikan :

JOMBANG, TelusuR.id – Kepolisian Resor (Polres) Jombang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan karnaval maupun acara umum yang menggunakan pengeras suara atau sound system berskala besar.

Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas keamanan serta kenyamanan puluhan ribu peserta dan tamu undangan yang diprediksi memadati Kabupaten Jombang dalam waktu dekat.

Imbauan resmi tersebut diterbitkan seiring bakal berlangsungnya perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Guna memastikan perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut berjalan tanpa hambatan, pihak kepolisian meminta sinergi aktif dari seluruh elemen warga lokal.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan meminta masyarakat dapat memahami arti penting agenda keumatan tingkat nasional tersebut dengan saling menyesuaikan jadwal kegiatan warga yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

“Jadi kami mengimbau masyarakat Jombang untuk tidak menggelar karnaval atau kegiatan lain yang menggunakan sound system skala besar, karena bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar NU,” ujar AKBP Ardi Kurniawan, kepada Telusur.id, Sabtu (25/7/2026).

AKBP Ardi Kurniawan menjelaskan bahwa perayaan lokal yang sudah terencana jauh-jauh hari sebaiknya diatur ulang agar tidak berbenturan langsung dengan lalu lintas serta fokus pengamanan muktamar.

Pihak kepolisian memberikan solusi konkrit dengan menyarankan panitia acara kemasyarakatan memilih opsi menggeser waktu pelaksanaan, baik dimajukan maupun diundur.

“Apabila ada perayaan karnaval atau kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, sebisa mungkin diundur atau dimajukan sehingga tidak bertabrakan dengan pelaksanaan muktamar,” tuturnya.

Penyesuaian jadwal kegiatan warga tersebut semata-mata ditujukan demi menjaga kekhusyukan, kekhidmatan, dan menciptakan iklim daerah yang kondusif selama perhelatan berlangsung.

Di samping fokus pada penataan keramaian warga, Kapolres Jombang turut menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terpilihnya wilayah hukum Jombang sebagai pusat perhatian nasional.

Ia bersyukur karena Kabupaten Jombang, khususnya PPBU Tambakberas, dipercaya menjadi tuan rumah tempat berkumpulnya para ulama dan pimpinan NU dari berbagai penjuru Nusantara.

Atas kepercayaan besar tersebut, jajaran kepolisian berkomitmen menghadirkan skema pengamanan terbaik dengan melibatkan sinergi lintas instansi secara maksimal.

Pengamanan ketat akan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Jombang, jajaran Banser, serta elemen pengamanan internal Pesantren Tambakberas.

Langkah koordinasi awal pun telah dijalankan secara intensif bersama panitia lokal guna memetakan seluruh potensi kerawanan dan kebutuhan operasional di lapangan.

“Kami sudah melakukan koordinasi awal dengan PPBU Tambakberas dan pastinya selalu memperbarui perkembangan situasi untuk bersama-sama menindaklanjuti berbagai hal,” kata Kapolres yang didampingi salah satu Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Moh Abdulloh Rif’an Nashir.

Selain aspek pengamanan fisik lokasi dan rekayasa lalu lintas menuju kawasan Tambakberas, kepolisian berharap seluruh warga Jombang dapat menunjukkan sikap ramah dan gotong royong demi menyukseskan perhelatan bersejarah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version