JOMBANG, TelusuR.id — Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus memacu persiapan teknis menjelang perhelatan akbar organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Langkah percepatan ini diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) teknis bersama Panitia Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Rakor intensif tersebut digelar untuk menyusun serta menyelaraskan petunjuk teknis (juknis) pelayanan, khususnya yang mengatur mekanisme penyambutan dan skema mobilitas para peserta Muktamar atau muktamirin.
Agenda krusial ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Nur Hidayat bersama jajaran Panitia Pusat PBNU guna menyisir detail operasional di lapangan.
Selain jajaran pengurus PBNU, forum rakor ini turut mengikutsertakan Helmy M. Noor selaku perwakilan event organizer (EO) yang ditunjuk secara resmi untuk mengawal teknis pelaksanaan acara.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, menegaskan bahwa sinergi antara panitia daerah dan pusat menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian agenda berjalan presisi sesuai standar PBNU.
“Koordinasi ini menghubungkan panitia pusat dan lokal terkait juknis teknis. Mulai dari penjemputan muktamirin di Bandara Juanda, terminal, hingga beberapa titik yang menjadi tujuan kedatangan,” ujar Kiai Abdurrozaq, Selasa (28/7/2026).
Kiai yang akrab disapa Gus Rozaq tersebut menambahkan, kesiapan pelayanan di titik-titik kedatangan awal merupakan hal krusial demi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para tamu kiai serta delegasi daerah.
Selain mekanisme penjemputan muktamirin, rakor teknis ini juga membahas tata kelola lalu lintas di sekitar area utama guna mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan pesantren.
Demi menjaga kekhidmatan dan ketertiban rangkaian perhelatan, Panitia Lokal memutuskan untuk menerapkan skema sterilisasi kendaraan secara penuh di dalam kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Selama agenda Muktamar berlangsung, kawasan inti Tambakberas dipastikan tertutup rapat dari akses lalu lintas kendaraan umum, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Wilayah Tambakberas akan disterilkan dari kendaraan roda empat maupun roda dua karena berpotensi bising dan demi memudahkan koordinasi antarbidang,” terang Gus Rozaq menegaskan kebijakan tersebut.
Sebagai bentuk pemenuhan mobilitas para kiai dan tamu di dalam area steril, panitia menyiapkan armada khusus berupa mobil golf (golf car) yang dioperasikan secara searah.
Rencana rekayasa lalu lintas berskala besar di wilayah Jombang ini dirancang melalui kolaborasi dan koordinasi intensif bersama jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang.
Mengenai puncak agenda perhelatan, Gus Rozaq menyampaikan bahwa acara pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada malam hari di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.
Panitia bersama Ketua Organizing Committee (OC) PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah melakukan peninjauan lapangan, memetakan ruang holding, rute touring, hingga skenario pengamanan apabila Presiden RI hadir membuka perhelatan nasional tersebut.
