JOMBANG, TelusuR.id – MTsN 3 Jombang Bahrul Ulum Tambakberas terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan mutu pendidikan secara komprehensif. Madrasah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik semata, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter religius peserta didik melalui program pembiasaan ibadah harian, seperti Salat Duha berjamaah sebelum kegiatan KBM dimulai.
Setiap pagi, suasana religius sudah sangat terasa di lingkungan madrasah sejak pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Seluruh peserta didik berkumpul untuk mengawali hari dengan melantunkan Asmaul Husna, membaca Ayat Kursi, serta memanjatkan doa bersama sebelum melangkah ke pelaksanaan Salat Duha berjamaah.
Rangkaian kegiatan spiritual di pagi hari ini dirancang sebagai fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Selain aspek spiritual, kedisiplinan siswa juga ditempa sejak dini melalui ketepatan waktu hadir dalam ritual ibadah harian tersebut.
Kepala MTsN 3 Jombang, Dr. H. Muhammad Masrul, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa pembiasaan Salat Duha merupakan langkah konkret madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bernuansa agamis. Kegiatan ini sekaligus berfungsi untuk menumbuhkan kebiasaan positif pada diri siswa sebelum memulai aktivitas belajar.
“Melalui kebiasaan bangun pagi dan beribadah ini, para siswa diharapkan terbiasa mengawali seluruh aktivitas belajar mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami ingin para siswa mengawali hari dengan mengingat Sang Pencipta, sehingga pikiran dan hati mereka siap menyerap ilmu pengetahuan secara kondusif dan penuh keberkahan,” ujar Masrul kepada Telusur.id, Selasa (21/7/2026).
Menariknya, usai salam pada pelaksanaan Salat Duha, kegiatan tidak langsung usai begitu saja. Jajaran guru dan staf pengajar memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan pengarahan serta binaan singkat kepada seluruh peserta didik terkait pentingnya kedisiplinan dan tata tertib madrasah.
Poin-poin pengarahan difokuskan pada pemenuhan tata tertib, tingkat kehadiran, hingga pembentukan sikap santun selama proses belajar mengajar berlangsung. Sesi pembinaan singkat yang digelar secara rutin ini menjadi instrumen kontrol perilaku yang sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran pribadi para siswa.
Dalam teknis pelaksanaannya, madrasah membagi skema jadwal Salat Duha sesuai dengan kategori program kelas yang ditempuh siswa. Langkah ini diambil agar seluruh ruang dan sarana ibadah di lingkungan madrasah dapat dimanfaatkan secara optimal, tertata rapi, dan tidak memicu penumpukan massa.
Bagi peserta didik kelas reguler, kegiatan Salat Duha berjamaah dilaksanakan secara bergilir sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah. Sementara itu, bagi peserta didik yang berada di kelas unggulan, ibadah Salat Duha diwajibkan untuk dilaksanakan setiap hari tanpa terkecuali.
Khusus untuk kelas unggulan, porsi pembiasaan diri juga ditambah dengan penguatan kapasitas kebahasaan yang terintegrasi. Usai menjalankan ibadah di pagi hari, mereka mendapatkan materi pembiasaan muhadatsah atau percakapan langsung dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Program muhadatsah ini sengaja dihadirkan untuk mengasah keberanian dan keterampilan komunikasi berbahasa asing para siswa secara alami. Dengan demikian, kemampuan akademis mereka di bidang bahasa asing dapat terasah beriringan dengan pemantapan akidah dan ibadah.
Melalui integrasi antara pembiasaan ibadah, pembinaan karakter, dan penguatan bahasa asing, MTsN 3 Jombang optimistis mampu mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi. Lembaga ini berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
Langkah berkelanjutan yang ditunjukkan MTsN 3 Jombang Bahrul Ulum Tambakberas ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia. Madrasah terbukti mampu hadir sebagai benteng moral sekaligus kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan.
Dengan konsistensi pembiasaan positif ini, lingkungan sekolah bertransformasi menjadi ruang belajar yang ramah, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman tanpa mereduksi nilai-nilai tradisi keislaman.
