KAPUAS HULU,TelusuR.ID – Deretan patok yang membentang di hutan perbatasan Kalimantan kembali menjadi fokus pengamanan bersama Indonesia dan Malaysia. Dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Senin (21/7/2026), prajurit TNI Angkatan Darat dan Tentara Darat Malaysia (TDM) resmi memulai Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri 1 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat kerja sama di kawasan perbatasan.
Patroli ini bukan sekadar agenda rutin militer. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat lintas batas, keberadaan patroli bersama menjadi instrumen penting untuk memastikan patok negara tetap terjaga, mencegah pelanggaran wilayah, serta menjaga stabilitas keamanan di sepanjang garis perbatasan darat RI-Malaysia.
Pembukaan kegiatan dipimpin Kepala Staf Korem 121/Alambhana Wanawwai, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, bersama Ketua Staf OPLAT 3 Brigade TDM, Lt Kol Marzuki bin Md Yusof. Keduanya menandai dimulainya operasi bersama yang melibatkan personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Sektor Timur dari Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan prajurit Batalion ke-11 Rejimen Askar Melayu Diraja (11 RAMD).
Selama pelaksanaan patroli, kedua satuan akan bergerak menyusuri sejumlah titik di sepanjang garis batas negara. Selain melakukan pengecekan patok perbatasan, patroli juga difokuskan untuk meningkatkan koordinasi dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan.
Kolonel Dadang mengatakan patroli terkoordinasi menjadi wujud komitmen kedua negara dalam menjaga kawasan perbatasan tetap aman dan kondusif. Menurutnya, sinergi yang dibangun tidak hanya memperkuat pengamanan wilayah, tetapi juga meningkatkan profesionalisme prajurit melalui kerja sama langsung di lapangan.
“Patroli ini menjadi simbol keterbukaan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan. Selain menjalankan tugas pengamanan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarprajurit kedua negara,” ujarnya.
Bagi prajurit yang bertugas di garis terdepan, patroli bersama menghadirkan lebih dari sekadar misi pengamanan. Di sela penyisiran jalur perbatasan, mereka membangun komunikasi, menyamakan prosedur, dan memperkuat kepercayaan yang menjadi fondasi penting dalam menjaga kawasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Patroli Terkoordinasi Seri 1 Tahun 2026 sekaligus menegaskan bahwa keamanan perbatasan tidak hanya bergantung pada kekuatan personel, tetapi juga pada kolaborasi yang terus dipelihara. Dari Badau, kedua angkatan darat memulai langkah bersama untuk memastikan garis batas negara tetap aman, sekaligus menjaga hubungan baik yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Malaysia.
