SURABAYA,TelusuR.ID — Pergantian pejabat utama di lingkungan Polda Jawa Timur dinilai bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Momentum itu mendapat apresiasi dari DPD Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) Jawa Timur yang berharap estafet kepemimpinan mampu mempercepat terwujudnya Polri yang semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama dan Kapolres/ta jajaran Polda Jawa Timur yang berlangsung di Mapolda Jatim, Selasa (28/7/2026). Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Karumkit Bhayangkara Tingkat II Kediri, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes), serta Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Jatim.
Dalam arahannya, pimpinan Polda Jawa Timur menekankan pentingnya menjaga kesinambungan organisasi dengan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, membangun komunikasi yang sehat, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPD LPKAN Indonesia Provinsi Jawa Timur, Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., menilai pesan tersebut sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan institusi kepolisian semakin adaptif menghadapi tantangan keamanan dan pelayanan publik yang terus berkembang.
“Pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapat amanah baru. Kami berharap estafet kepemimpinan ini semakin memperkuat implementasi Polri PRESISI sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Syarifudin, keberhasilan sebuah kepemimpinan tidak hanya diukur dari keberlanjutan program, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan rasa aman, keadilan, dan kepercayaan publik. Karena itu, DPD LPKAN Jatim menyampaikan sejumlah harapan yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pertama, implementasi konsep PRESISI harus semakin nyata dalam pelayanan sehari-hari. Pelayanan kepolisian diharapkan semakin cepat, terbuka, profesional, serta mampu memberikan kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kedua, program “Jogo Jatim” dinilai layak terus diperkuat sebagai strategi menjaga stabilitas keamanan daerah. Program tersebut diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Ketiga, sinergi dengan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperluas. DPD LPKAN Jatim menilai kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Keempat, Polri diharapkan semakin hadir sebagai pelindung masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kecil. Pendekatan humanis dinilai menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Pesan yang disampaikan dalam sertijab sangat relevan, yakni melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun sebelumnya. Kami optimistis semangat itu akan memperkuat budaya kerja PRESISI sehingga Polda Jawa Timur semakin dipercaya masyarakat,” kata Syarifudin.
Sebagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, DPD LPKAN Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis berbagai institusi negara, termasuk kepolisian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi, pemberian masukan konstruktif, serta pengawasan yang objektif demi mendorong pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Bagi DPD LPKAN Jatim, keamanan yang terjaga bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan hasil dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, organisasi tersebut meyakini kepemimpinan baru di lingkungan Polda Jawa Timur akan menjadi energi positif untuk memperkuat semangat “Jogo Jatim”, menjaga stabilitas daerah, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.
