SURABAYA,TelusuR.ID — Akun Instagram milik aktivis perempuan dan sosial Jawa Timur sekaligus Duta Anti Narkoba, Siti Rafika Hardhiansari (@rafikahardhiansari), mendadak tidak dapat diakses pada Kamis (23/7/2026) dini hari. Akun yang telah digunakan selama lebih dari satu dekade itu diduga menjadi sasaran peretasan.
Rafika mengaku baru menyadari ada masalah sekitar pukul 02.00 WIB saat terbangun untuk melaksanakan salat tahajud. Ketika membuka telepon genggamnya, ia menemukan notifikasi melalui Gmail yang menyatakan akun Instagram miliknya telah ditangguhkan.
“Saya benar-benar kaget. Saat bangun tidur saya melihat ada email yang memberitahukan akun Instagram saya ditangguhkan. Selama menggunakan Instagram sejak 2015, baru kali ini akun saya tiba-tiba hilang tanpa mengetahui penyebabnya,” kata Rafika.
Ia menjelaskan, sebelum akun dinyatakan ditangguhkan, aktivitas mencurigakan diduga telah terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Menurutnya, terdapat permintaan kode OTP yang mengarah pada dugaan adanya upaya pengambilalihan akun oleh pihak lain.
Setelah menerima pemberitahuan tersebut, Rafika langsung mengikuti prosedur pemulihan yang tersedia melalui sistem Instagram dengan memverifikasi alamat email dan nomor telepon yang terhubung ke akun. Proses itu diakhiri dengan notifikasi bahwa pihak Instagram akan melakukan peninjauan terhadap permohonan pemulihan akun.
Tak berhenti di situ, Rafika juga mengirimkan laporan resmi melalui surat elektronik kepada pihak Instagram untuk meminta penjelasan sekaligus mempercepat proses pengembalian akses.
Akun @rafikahardhiansari memiliki lebih dari 19.400 pengikut dan selama ini menjadi media utama Rafika dalam menyampaikan berbagai kegiatan sosial, kampanye pemberantasan narkoba, edukasi publik, hingga aktivitas pemberdayaan perempuan.
Hilangnya akun tersebut, menurut Rafika, bukan sekadar kehilangan media sosial, melainkan juga memutus jalur komunikasi yang selama ini dibangun dengan masyarakat.
“Saya berharap akun Instagram yang sudah menemani perjalanan saya selama 11 tahun bisa kembali. Saya menduga akun ini diretas karena ada aktivitas permintaan kode OTP yang tidak pernah saya lakukan,” ujarnya.
Rafika mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk tim siber di Polda Jawa Timur, untuk menelusuri dugaan peretasan dan mencari langkah pemulihan akun.
Menurut informasi yang diterimanya, dugaan pembobolan akun terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Dugaan tersebut masih dalam proses penelusuran dan belum ada keterangan resmi dari Meta selaku pengelola Instagram mengenai penyebab hilangnya akun tersebut.
Sebagai figur publik yang aktif dalam kegiatan sosial, Rafika mengaku mengalami kerugian karena seluruh dokumentasi aktivitas, jaringan komunikasi, dan konten edukasi yang selama ini dibangun melalui akun tersebut tidak lagi dapat diakses.
Ia berharap proses peninjauan oleh pihak Instagram dapat segera selesai sehingga akun yang telah menjadi sarana kampanye sosial dan edukasi masyarakat selama bertahun-tahun itu dapat dipulihkan kembali.(redho)
